|
: |
Standar ini menetapkan penggolongan, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji, syarat penandaan, pengemasan, dan rekomendasi biji kakao. Biji kakao adalah biji tanaman kakao (Theobroma cacao L) yang berasal dari biji kakao mulia atau biji kakao lindak yang telah melalui proses pemeraman, dicuci atau tanpa dicuci, dikeringkan dan dibersihkan. Menurut jenis tanaman, biji kakao digolongkan dalam dua jenis, yaitu jenis mulia dan jenis lindak. Berdasarkan mutunya digolongkan dalam 3 jenis, yaitu mutu I, mutu II, dan mutu III. Menurut ukuran berat bijinya, dinyatakan jumlah biji per 100 g contoh, biji kakao digolongkan menjadi 5 golongan, yaitu AA, A, B,C, dan S. Syarat mutu terdiri dari syarat umum mencakup uji serangga hidup, kadar air, biji berbau asap atau bau asing, dan kadar benda asing; dan syarat khusus mencakup kadar biji berjamur, kadar biji slaty, kadar biji berserangga, kadar kotoran dan kadar biji berkecambah. Pengambilan contoh dilakukan sesuai SNI 19-1428-1998. Cara uji meliputi penentuan adanya serangga hidup dan benda asing, penentuan kadar air, penentuan adanya biji berbau asap abnormal dan berbau asing lainnya, penentuan kadar kotoran, penentuan kadar biji pecah, penentuan jumlah biji kako per 100 g, penentuan kadar biji cacat pada kakao (biji berjamur, biji slaty, biji berserangga, biji berkecambah). Biji kakao dinyatakan lulus uji apabila memenuhi syarat mutu yang ditetapkan. |
|
: |
1. ISO 1114:1977, Cocoa beans – Cut test 2. ISO 2451:1973, Cocoa beans – Specification 3. ISO 2291:1980 (E), Cocoa beans - Determination of moisture content (routine method) 4. ISO 2292:1973 (E), Cocoa beans – Sampling 5. FAO, Model ordinance, 1972 |