| No | Judul/Topik | ICS | Justifikasi/Alasan perumusan Standar | Ruang Lingkup/ Batasan Penerapan |
Adopsi | Tidak Adopsi/Pengembangan Sendiri | Jangka Waktu Penyelesaian (Thn) | Status Standar | Ket | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Regulasi | Kesepakatan Regional/ Internasional |
Kebutuhan Pasar | Pertimbangan Lain | Standar Int. |
Standar Non Int. |
Acuan Normatif |
Penelitian | Standar Yang Digunakan Sebagai Acuan (Judul dan identifikasi) |
Baru | Revisi (Nomor Dan Judul SNI) |
||||||
| 1 | Manajemen lingkungan - Asesmen lingkungan pada Tapak dan OrganisasI (EASO) | 13.020.10 |
- | - | - | - | Standar ini menyediakan panduan tentang bagaimana menyelenggarakan suatu EASO melalui suatu proses yang sistematis dalam mengidentifikasi aspek dan isu lingkungan, serta jika memungkinkan penentuan konsekuensi bisnisnya. Standar ini mencakup peran dan pihak yang bertanggung jawab pada kegiatan asesmen (klien, asesor dan perwakilan asesee), dan tahapan dari proses asesmen (perencanaan, validasi dan pengumpulan informasi, evaluasi dan pelaporan). Proses penyelenggaraan EASO ditampilkan pada Gambar 1. Standar ini tidak menyediakan panduan tentang bagaimana melakukan asesmen lingkungan dengan menggunakan tipe lain, seperti: a) tinjauan awal lingkungan; b) audit lingkungan (termasuk sistem manajemen lingkungan dan audit penaatan terhadap peraturan pemerintah); c) asesmen dampak lingkungan; atau d) evaluasi kinerja lingkungan. Pemeriksaan lanjutan dan remediasi tapak, termasuk keputusan untuk menentukan proses selanjutnya terhadap tapak yang diases, di luar ruang lingkup standar ini. Standar ini tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai standar spesifikasi untuk tujuan sertifikasi atau registrasi, atau untuk menjadi bagian dari persyaratan sistem manajemen lingkungan. Penggunaan standar ini tidak dimaksudkan agar standar lain dan peraturan perundang-undangan diberlakukan kepada klien atau asesee. | ISO 14015-2001, Environmental management – Environmental assessment of sites and organizations (EASO) |
|
1 | baru | - | ||||
| 2 | Label lingkungan dan deklarasi - Klaim lingkungan swadeklarasi (pelabelan lingkungan Tipe II) | 13.020.50 |
- | - | - | - | Standar ini menjelaskan mengenai persyaratan yang diperuntukkan bagi klaim lingkungan swadeklarasi, termasuk pernyataan, simbol dan gambar pada suatu produk. Standar ini juga menjelaskan istilah terpilih yang biasa dipakai dalam klaim lingkungan dan juga memberikan batasan penggunaannya. Standar ini juga menjelaskan metodologi evaluasi dan verifikasi umum terhadap klaim lingkungan swadeklarasi dan metode verifikasi khusus dan evaluasi tertentu terhadap klaim terpilih yang dimuat dalam standar ini. Standar ini tidak mengecualikan, melebihi atau dengan cara apapun mengubah persyaratan hukum/peraturan yang terkait dengan informasi lingkungan, klaim atau pelabelan lingkungan, atau persyaratan hukum lainnya yang berlaku. | ISO 14021-1999, Environmental labels and self-declared environmental claims |
ISO 7000:1989, Graphical symbols for use on equipment - Index and synopsis ISO 14020-1998 Environmental labels and declarations - General principles |
1 | baru | - | ||||
| 3 | Manajemen lingkungan - Evaluasi kinerja lingkungan - Panduan | 13.020.10 |
- | - | - | - | Standar ini memberikan panduan mengenai rancangan dan penggunaan evaluasi kinerja lingkungan (EPE) dalam suatu organisasi. EPE dapat diterapkan pada semua organisasi, tanpa memandang jenis, ukuran, lokasi dan kompleksitasnya. Standar ini tidak menetapkan tingkat kinerja lingkungan. Standar ini tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai standar spesifikasi untuk tujuan sertifikasi atau registrasi ataupun untuk menetapkan persyaratan lain terhadap pemenuhan sistem manajemen lingkungan. | ISO 14031:1999, Environmental Management - Environmental performance evaluation - Guidelines |
|
1 | baru | - | ||||
| 4 | Air dan air limbah-Bagian ….: Cara uji kadar pestisida organoklorin dengan alat kromatografi gas | 13.060 |
KepMen No.51/1995 Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri | usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan | mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri | Untuk menentukan kadar pestisida organoklorin dalam air dan air limbah | Standard methods for the examination of water & wastewater, 6630B, 21st edition, 2005 |
|
2 | revisi | SNI 06-2508-1991 |
|||||
| 5 | Air dan air limbah-Bagian…..: Cara uji kadar pestisida karbamat dengan alat kromatografi gas | 13.060 |
KepMen No.51/1995 Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri | usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan | mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri | Untuk menentukan kadar pestisida karbamat dalam air dan air limbah | Standard methods for the examination of water & wastewater, 6610, 21st edition, 2005 |
|
2 | revisi | SNI 06-2509-1991 |
|||||
| 6 | Air dan air limbah-Bagian…..: Cara uji kadar pestisida fosfat-organik dengan alat kromatografi gas | 13.060 |
KepMen No.51/1995 Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri | usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan | mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri | Untuk menentukan kadar pestisida fosfat-organik dalam air dan air limbah 2 |
|
2 | revisi | SNI 06-2510-1991 |
||||||
| 7 | Air dan air limbah-Bagian…..: Cara uji kadar selenium (Se) secara Spektrofotometri Serapan Atom-tungku karbon | 13.060 |
KepMen No.51/1995 Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri | usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan | mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri | Untuk menentukan kadar selenium dalam air dan air limbah | Standard methods for the examination of water & wastewater, 3500-Se, 21st edition, 2005 |
|
2 | revisi | SNI 06-2475-1991 |
|||||
| 8 | Air dan air limbah-Bagian…..: Cara uji kadar selenium (Se) secara Spektrofotometri Serapan Atom-natrium boron hidrida | 13.060 |
KepMen No.51/1995 Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri | usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan | sebagai metode alternatif dalam penentuan pencemaran lingkungan | Untuk menentukan kadar selenium dalam air dan air limbah | Standard methods for the examination of water & wastewater, 3500-Se, 21st edition, 2005 |
|
2 | revisi | SNI 06-2475-1991 |
|||||
| 9 | Air dan air limbah-Bagian….: Cara uji klorin bebas | 13.060 |
KepMen 37 Th. 2003, Spektro dengan dietil fenilin diamin; Kepdal 03 Th. 1995 Persyaratan Teknis Pengolahan limbah B3, Kep 51/1995 | usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan | mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri | Untuk menentukan kadar klorin bebas | Standard methods for the examination of water & wastewater, 4500-Cl, 21st edition, 2005 |
|
2 | revisi | SNI 03-4804-1998 |
|||||
| 10 | Air dan air limbah-Bagian….: Cara uji oksigen terlarut dengan electric conductivity | 13.060 |
PP 82/2001 | sebagai metode alternatif dalam penentuan pencemaran lingkungan | Untuk menentukan kadar oksigen terlarut dengan alat electric conductivity | Standard methods for the examination of water & wastewater, 4500-O G, 21st edition, 2005 |
|
2 | baru | |||||||
| 11 | Air dan air limbah-Bagian….: Cara uji kegaraman (Salinitas) dengan metode salinometri | 13.060 |
PerMen LH No. 12 Th 2006 Persyaratan dan Tata Cara Perizinan Pembuangan air Limbah ke Laut; KepMen LH No. 51/2004 Baku Mutu Air Laut | mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri | Untuk menentukan kadar oksigen terlarut dengan alat electric conductivity | Standard methods for the examination of water & wastewater, 21st edition, 2005 |
|
2 | revisi | SNI 06-2413-1991 |
||||||
| 12 | Cara uji pengambilan contoh uji limbah padat | 13.030.10 |
PP 85/ 1999 Pengelolaan Limbah B3 | usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan | mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah padat dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) | Untuk melakukan pengambilan contoh uji limbah padat | US EPA SW 846-8082, Polychlorinated Biphenyls (PCBs) by gas chromatography |
|
2 | baru | ||||||
| 13 | Tanah terkontaminasi-Bagian ……: Cara uji Total Petroleum Hidrocarbon (TPH) | 13.020.40 |
PP 85/ 1999 Pengelolaan Limbah B3 | usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan | mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah padat dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) | Untuk menentukan kadar TPH pada tanah terkontaminasi | US EPA SW 846-8082, Polychlorinated Biphenyls (PCBs) by gas chromatography |
|
2 | baru | ||||||
| 14 | Tanah dan sedimen-Bagian…..: Cara uji Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) | 13.020.40 |
PP 85/ 1999 Pengelolaan Limbah B3 | usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan | mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah padat dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) | Untuk menentukan kadar TPH pada tanah terkontaminasi | US EPA SW 846-8082, Polychlorinated Biphenyls (PCBs) by gas chromatography |
|
2 | baru | ||||||
| 15 | Kriteria ekolabel - Bagian 4: Kategori tekstil dan produk tekstil | 13.020.50 |
usulan dari LSE dan pelaku usaha agar bisa lebih aplikatif dalam penerapan sertifikasinya | mendukung permintaan pasar dan roadmap Tekstil dan Produk Tekstil dalam Perdagangan Internasional | Untuk menentukan kriteria ekolabel tekstil dan produk tekstil |
|
2 | revisi | SNI 19-7188.4-2006 |
|||||||
| 16 | Kriteria ekolabel - Bagian 4: Kategori tekstil dan produk tekstil | 13.020.50 |
usulan dari LSE dan pelaku usaha agar bisa lebih aplikatif dalam penerapan sertifikasinya | mendukung permintaan pasar dan roadmap Tekstil dan Produk Tekstil dalam Perdagangan Internasional | Untuk menentukan kriteria ekolabel tekstil dan produk tekstil |
|
2 | revisi | SNI 19-7188.4-2006 |
|||||||
| 17 | Kualitas air-Deteksi dan penghitungan bakteri coliform dan Escherichia coli-Bagian 1:Metode filtrasi dengan membran | 07.100.20 |
ISO/IEC Guide 2, Standardization and related activities – General vocabulary. ISO 3696:1987, Water for analytical laboratory use – Specification and test methods ISO 5667-1:1980, Water quality – Sampling – Part 1: Guidance on the design of sampling programs ISO 5667-2:1991, Water quality– Sampling - Part 2: Guidance on sampling techniques. ISO 5667-3:1994, Water quality– Sampling - Part 3: Guidance on the preservation and handling of samples. |
|||||||||||||
| 18 | Kriteria ekolabel – Bagian 6: Kategori produk cat tembok | 13.020.50 |
|
|||||||||||||
| 19 | Kriteria ekolabel – Bagian 1: Kategori produk kertas – Seksi 4: Kertas cetak salut | 13.020.50 |
|
|||||||||||||
| 20 | Limbah - Spesifikasi hasil pengolahan - Bagian 1: Lumpur (sludge)Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri pulp dan kertas untuk pembenah tanah organik | 13.020 13.030 |
- | - | - | - | Standar ini menetapkan persyaratan mutu, pengambilan contoh, cara uji, penandaan dan pelabelan pembenah tanah organik dari hasil pengolahan campuran lumpur primer dan sekunder Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL) industri pulp dan kertas non deinking melalui proses dekomposisi. Pemanfaatan pembenah tanah organik tersebut hanya digunakan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI). |
|
2 | baru | - | |||||
| 21 | Limbah - Spesifikasi hasil pengolahan - Bagian 1: Lumpur (sludge)Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri pulp dan kertas untuk pembenah tanah organik | 13.020 13.030 |
- | - | - | - | Standar ini menetapkan persyaratan mutu, pengambilan contoh, cara uji, penandaan dan pelabelan pembenah tanah organik dari hasil pengolahan campuran lumpur primer dan sekunder Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL) industri pulp dan kertas non deinking melalui proses dekomposisi. Pemanfaatan pembenah tanah organik tersebut hanya digunakan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI). |
|
2 | baru | - | |||||
| 22 | Metode pengujian tingkat kebisingan secara dinamis untuk kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N dan O | 13.040.50 |
Permen LH No. 7 Tahun 2009 tentang ambang batas kebisingan pada kendaraan bermotor tipe baru | Ya | Usulan dari pengguna laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian dan pengguna usaha | - | Metode ini digunakan untuk penentuan tingkat kebisingan secara dinamis untuk kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N dan O |
|
2 | baru | - | |||||
| 23 | Metode pengujian tingkat kebisingan secara dinamis untuk kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N dan O | 13.040.50 |
Permen LH No. 7 Tahun 2009 tentang ambang batas kebisingan pada kendaraan bermotor tipe baru | Ya | Usulan dari pengguna laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian dan pengguna usaha | - | Metode ini digunakan untuk penentuan tingkat kebisingan secara dinamis untuk kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N dan O |
|
2 | baru | - | |||||
| 24 | Tehnik pengambilan contoh uji air laut | 13.060 |
Kepmen 51 Tahun 2004 tentang Baku mutu air laut | - | Usulan dari pengguna laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian | - | Metode ini digunakan untuk penentuan tehnik pengambilan contoh uji air laut |
|
Ya | 2 | baru | - | ||||
| 25 | Pengujian tembaga (Cu) dalam air laut | 13.060 |
Kepmen 51 Tahun 2004 tentang Baku mutu air laut | - | Usulan dari pengguna laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian | - | Metode ini digunakan untuk pengujian tembaga (Cu) dalam air laut |
|
Ya | 2 | baru | - | ||||
| 26 | Pengujian kadmium (Cd) dalam air laut | 13.060 |
Kepmen 51 Tahun 2004 tentang Baku mutu air laut | - | Usulan dari pengguna laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian | - | Metode ini digunakan untuk pengujian cadmium (Cd) dalam air laut |
|
Ya | 2 | baru | - | ||||