BSN   |   MASTAN   |   Koleksi Perpustakaan
Pengguna Baru?  |   Register   |   Login   |   Bantuan   
Pemberitahuan Website SISNI ini hanya untuk informasi umum pencarian SNI saja, Untuk Usulan serta Proses Perumusan/Pengembangan SNI silahkan kunjungi alamat sispk.bsn.go.id atau informasi lebih lanjut email ke sispk@bsn.go.id
Untitled Document
:


Kualitas Lingkungan
13-03
01.020, 07.100.20, 13.030, 13.040, 13.040.01, 13.040.20, 13.040.40, 13.040.50, 13.060, 13.060.10, 13.060.30, 13.080, 13.140, 13.160, 13.030.01, 13.030.10, 13.030.20, 13.030.30, 13.030.99, 13.040.99, 13.060.01, 13.060.50, 13.060.60, 13.060.45, 13.080.05, 13.080.10, 13.080.20, 13.080.30, 13.080.40
No Judul/Topik ICS Justifikasi/Alasan perumusan Standar Ruang Lingkup/
Batasan Penerapan
Adopsi Tidak Adopsi/Pengembangan Sendiri Jangka Waktu Penyelesaian (Thn) Status Standar Ket
Regulasi Kesepakatan Regional/
Internasional
Kebutuhan Pasar Pertimbangan Lain Standar
Int.
Standar
Non Int.
Acuan
Normatif
Penelitian Standar Yang Digunakan
Sebagai Acuan
(Judul dan identifikasi)
Baru Revisi
(Nomor Dan Judul SNI)
1 Manajemen lingkungan - Asesmen lingkungan pada Tapak dan OrganisasI (EASO) 13.020.10
- - - - Standar ini menyediakan panduan tentang bagaimana menyelenggarakan suatu EASO melalui suatu proses yang sistematis dalam mengidentifikasi aspek dan isu lingkungan, serta jika memungkinkan penentuan konsekuensi bisnisnya. Standar ini mencakup peran dan pihak yang bertanggung jawab pada kegiatan asesmen (klien, asesor dan perwakilan asesee), dan tahapan dari proses asesmen (perencanaan, validasi dan pengumpulan informasi, evaluasi dan pelaporan). Proses penyelenggaraan EASO ditampilkan pada Gambar 1. Standar ini tidak menyediakan panduan tentang bagaimana melakukan asesmen lingkungan dengan menggunakan tipe lain, seperti: a) tinjauan awal lingkungan; b) audit lingkungan (termasuk sistem manajemen lingkungan dan audit penaatan terhadap peraturan pemerintah); c) asesmen dampak lingkungan; atau d) evaluasi kinerja lingkungan. Pemeriksaan lanjutan dan remediasi tapak, termasuk keputusan untuk menentukan proses selanjutnya terhadap tapak yang diases, di luar ruang lingkup standar ini. Standar ini tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai standar spesifikasi untuk tujuan sertifikasi atau registrasi, atau untuk menjadi bagian dari persyaratan sistem manajemen lingkungan. Penggunaan standar ini tidak dimaksudkan agar standar lain dan peraturan perundang-undangan diberlakukan kepada klien atau asesee. ISO 14015-2001, Environmental management Environmental assessment of sites and organizations (EASO)

1 baru -
2 Label lingkungan dan deklarasi - Klaim lingkungan swadeklarasi (pelabelan lingkungan Tipe II) 13.020.50
- - - - Standar ini menjelaskan mengenai persyaratan yang diperuntukkan bagi klaim lingkungan swadeklarasi, termasuk pernyataan, simbol dan gambar pada suatu produk. Standar ini juga menjelaskan istilah terpilih yang biasa dipakai dalam klaim lingkungan dan juga memberikan batasan penggunaannya. Standar ini juga menjelaskan metodologi evaluasi dan verifikasi umum terhadap klaim lingkungan swadeklarasi dan metode verifikasi khusus dan evaluasi tertentu terhadap klaim terpilih yang dimuat dalam standar ini. Standar ini tidak mengecualikan, melebihi atau dengan cara apapun mengubah persyaratan hukum/peraturan yang terkait dengan informasi lingkungan, klaim atau pelabelan lingkungan, atau persyaratan hukum lainnya yang berlaku. ISO 14021:1999
ISO 7000:1989, Graphical symbols for use on equipment - Index and synopsis
ISO 14020:1998

1 baru -
3 Manajemen lingkungan - Evaluasi kinerja lingkungan - Panduan 13.020.10
- - - - Standar ini memberikan panduan mengenai rancangan dan penggunaan evaluasi kinerja lingkungan (EPE) dalam suatu organisasi. EPE dapat diterapkan pada semua organisasi, tanpa memandang jenis, ukuran, lokasi dan kompleksitasnya. Standar ini tidak menetapkan tingkat kinerja lingkungan. Standar ini tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai standar spesifikasi untuk tujuan sertifikasi atau registrasi ataupun untuk menetapkan persyaratan lain terhadap pemenuhan sistem manajemen lingkungan. ISO 14031:1999, Environmental Management - Environmental performance evaluation - Guidelines

1 baru -
4 Air dan air limbah-Bagian ….: Cara uji kadar pestisida organoklorin dengan alat kromatografi gas 13.060
KepMen No.51/1995 Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri Untuk menentukan kadar pestisida organoklorin dalam air dan air limbah Standard methods for the examination of water & wastewater, 6630B, 21st edition, 2005

2 revisi SNI 06-2508-1991
5 Air dan air limbah-Bagian…..: Cara uji kadar pestisida karbamat dengan alat kromatografi gas 13.060
KepMen No.51/1995 Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri Untuk menentukan kadar pestisida karbamat dalam air dan air limbah Standard methods for the examination of water & wastewater, 6610, 21st edition, 2005

2 revisi SNI 06-2509-1991
6 Air dan air limbah-Bagian…..: Cara uji kadar pestisida fosfat-organik dengan alat kromatografi gas 13.060
KepMen No.51/1995 Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri Untuk menentukan kadar pestisida fosfat-organik dalam air dan air limbah 2

2 revisi SNI 06-2510-1991
7 Air dan air limbah-Bagian…..: Cara uji kadar selenium (Se) secara Spektrofotometri Serapan Atom-tungku karbon 13.060
KepMen No.51/1995 Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri Untuk menentukan kadar selenium dalam air dan air limbah Standard methods for the examination of water & wastewater, 3500-Se, 21st edition, 2005

2 revisi SNI 06-2475-1991
8 Air dan air limbah-Bagian…..: Cara uji kadar selenium (Se) secara Spektrofotometri Serapan Atom-natrium boron hidrida 13.060
KepMen No.51/1995 Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan industri usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan sebagai metode alternatif dalam penentuan pencemaran lingkungan Untuk menentukan kadar selenium dalam air dan air limbah Standard methods for the examination of water & wastewater, 3500-Se, 21st edition, 2005

2 revisi SNI 06-2475-1991
9 Air dan air limbah-Bagian….: Cara uji klorin bebas 13.060
KepMen 37 Th. 2003, Spektro dengan dietil fenilin diamin; Kepdal 03 Th. 1995 Persyaratan Teknis Pengolahan limbah B3, Kep 51/1995 usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri Untuk menentukan kadar klorin bebas Standard methods for the examination of water & wastewater, 4500-Cl, 21st edition, 2005

2 revisi SNI 03-4804-1998
10 Air dan air limbah-Bagian….: Cara uji oksigen terlarut dengan electric conductivity 13.060
PP 82/2001 sebagai metode alternatif dalam penentuan pencemaran lingkungan Untuk menentukan kadar oksigen terlarut dengan alat electric conductivity Standard methods for the examination of water & wastewater, 4500-O G, 21st edition, 2005

2 baru
11 Air dan air limbah-Bagian….: Cara uji kegaraman (Salinitas) dengan metode salinometri 13.060
PerMen LH No. 12 Th 2006 Persyaratan dan Tata Cara Perizinan Pembuangan air Limbah ke Laut; KepMen LH No. 51/2004 Baku Mutu Air Laut mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah industri Untuk menentukan kadar oksigen terlarut dengan alat electric conductivity Standard methods for the examination of water & wastewater, 21st edition, 2005

2 revisi SNI 06-2413-1991
12 Cara uji pengambilan contoh uji limbah padat 13.030.10
PP 85/ 1999 Pengelolaan Limbah B3 usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah padat dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Untuk melakukan pengambilan contoh uji limbah padat US EPA SW 846-8082, Polychlorinated Biphenyls (PCBs) by gas chromatography

2 baru
13 Tanah terkontaminasi-Bagian ……: Cara uji Total Petroleum Hidrocarbon (TPH) 13.020.40
PP 85/ 1999 Pengelolaan Limbah B3 usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah padat dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Untuk menentukan kadar TPH pada tanah terkontaminasi US EPA SW 846-8082, Polychlorinated Biphenyls (PCBs) by gas chromatography

2 baru
14 Tanah dan sedimen-Bagian…..: Cara uji Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) 13.020.40
PP 85/ 1999 Pengelolaan Limbah B3 usulan dari unit terkait di KLH untuk digunakan sebagai pengawasan dan penaatan pengelolaan lingkungan mendukung kebijakan penaatan pengelolaan limbah padat dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Untuk menentukan kadar TPH pada tanah terkontaminasi US EPA SW 846-8082, Polychlorinated Biphenyls (PCBs) by gas chromatography

2 baru
15 Kriteria ekolabel - Bagian 4: Kategori tekstil dan produk tekstil 13.020.50
usulan dari LSE dan pelaku usaha agar bisa lebih aplikatif dalam penerapan sertifikasinya mendukung permintaan pasar dan roadmap Tekstil dan Produk Tekstil dalam Perdagangan Internasional Untuk menentukan kriteria ekolabel tekstil dan produk tekstil

2 revisi SNI 19-7188.4-2006
16 Kriteria ekolabel - Bagian 4: Kategori tekstil dan produk tekstil 13.020.50
usulan dari LSE dan pelaku usaha agar bisa lebih aplikatif dalam penerapan sertifikasinya mendukung permintaan pasar dan roadmap Tekstil dan Produk Tekstil dalam Perdagangan Internasional Untuk menentukan kriteria ekolabel tekstil dan produk tekstil

2 revisi SNI 19-7188.4-2006
17 Kualitas air-Deteksi dan penghitungan bakteri coliform dan Escherichia coli-Bagian 1:Metode filtrasi dengan membran 07.100.20

ISO/IEC Guide 2, Standardization and related activities – General vocabulary.
ISO 3696:1987, Water for analytical laboratory use – Specification and test methods
ISO 5667-1:1980, Water quality – Sampling – Part 1: Guidance on the design of sampling programs
ISO 5667-2:1991, Water quality– Sampling - Part 2: Guidance on sampling techniques.
ISO 5667-3:1994, Water quality– Sampling - Part 3: Guidance on the preservation and handling of samples.

18 Kriteria ekolabel – Bagian 6: Kategori produk cat tembok 13.020.50


19 Kriteria ekolabel – Bagian 1: Kategori produk kertas – Seksi 4: Kertas cetak salut 13.020.50


20 Limbah - Spesifikasi hasil pengolahan - Bagian 1: Lumpur (sludge)Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri pulp dan kertas untuk pembenah tanah organik 13.020
13.030
- - - - Standar ini menetapkan persyaratan mutu, pengambilan contoh, cara uji, penandaan dan pelabelan pembenah tanah organik dari hasil pengolahan campuran lumpur primer dan sekunder Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL) industri pulp dan kertas non deinking melalui proses dekomposisi. Pemanfaatan pembenah tanah organik tersebut hanya digunakan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI).

2 baru -
21 Metode pengujian tingkat kebisingan secara dinamis untuk kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N dan O 13.040.50
Permen LH No. 7 Tahun 2009 tentang ambang batas kebisingan pada kendaraan bermotor tipe baru Ya Usulan dari pengguna laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian dan pengguna usaha - Metode ini digunakan untuk penentuan tingkat kebisingan secara dinamis untuk kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N dan O

2 baru -
22 Metode pengujian tingkat kebisingan secara dinamis untuk kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N dan O 13.040.50
Permen LH No. 7 Tahun 2009 tentang ambang batas kebisingan pada kendaraan bermotor tipe baru Ya Usulan dari pengguna laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian dan pengguna usaha - Metode ini digunakan untuk penentuan tingkat kebisingan secara dinamis untuk kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N dan O

2 baru -
23 Kualitas air laut - Bagian 8: Metode pengambilan contoh uji air laut 13.060.45
Kepmen 51 Tahun 2004 tentang Baku mutu air laut - Usulan dari pengguna laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian - Metode ini digunakan untuk penentuan tehnik pengambilan contoh uji air laut

Ya 2 baru -
24 Pengujian tembaga (Cu) dalam air laut 13.060
Kepmen 51 Tahun 2004 tentang Baku mutu air laut - Usulan dari pengguna laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian - Metode ini digunakan untuk pengujian tembaga (Cu) dalam air laut

Ya 2 baru -
25 Pengujian kadmium (Cd) dalam air laut 13.060
Kepmen 51 Tahun 2004 tentang Baku mutu air laut - Usulan dari pengguna laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian - Metode ini digunakan untuk pengujian cadmium (Cd) dalam air laut

Ya 2 baru -
26 Kualitas hasil pengolahan air lindi - Cara uji hasil pengolahan air lindi 13.030.20
UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah - Usulan dari pengguna/ laboratorium pengujian untuk memperoleh akreditasi kompetensi laboratorium pengujian - Metode ini digunakan untuk pengujian hasil pengolahan air lindi pada penanganan sampah

Ya 1 baru Konseptor: Akbar (Kementerian Lingkungan Hidup)
27 Udara ambien – Bagian 14: Cara uji partikel dengan ukuran ≤ 2,5 μm(PM2,5) menggunakan peralatan High Volume Air Sampler (HVAS) dengan metode gravimetri 13.040.20
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. - - - Standar ini digunakan untuk penentuan partikel dengan ukuran ≤ 2,5μm (PM2,5) dalam udara ambien di lingkungan hidup, menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) dengan nilai rata-rata laju alir 1,1 m3/menit sampai dengan 1,7 m3/menit dan filter berukuran tertentu selama 24 jam pada konsentrasi minimum 5 μg/Nm3.

- 1 baru -
28 Udara ambien – Bagian 15: Cara uji partikel dengan ukuran ≤ 10 μm(PM10) menggunakan peralatan High Volume Air Sampler (HVAS) dengan metode gravimetri 13.040.20
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. - - - Standar ini digunakan untuk penentuan partikel dengan ukuran ≤10 μm (PM10) dalam udara ambien di lingkungan hidup, menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS) dengan nilai rata-rata laju alir 1,1 m3/menit sampai dengan 1,7 m3/menit selama 24 jam pada konsentrasi minimum 5 μg/Nm3.

- 1 baru -
29 Karakteristik limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) - Bagian 5: Pengujian toksisitas akut limbah secara oral pada hewan uji mencit : up and down procedure 13.030.20
- - - - Standar ini menetapkan metode pengujian untuk mengetahui nilai LD50 pada limbah berfasa cair, semi padat, dan padat yang akan digunakan sebagai identifikasi limbah bahan berbahaya dan beracun. Pengujian ini dilakukan secara oral dengan up and down procedure pada mencit selama 7 (tujuh) hari pengujian dengan dosis tertinggi 5.000 mg/kg berat badan mencit.

- 1 baru Standar ini merupakan bagian dari seri SNI 7184, Karakteristik limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3). Standar ini dirumuskan dalam rangka menyeragamkan teknik pengujian karakteristik Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). SNI ini dapat diterapkan untuk teknik pengujian toksisitas akut limbah sebagaimana tercantum dalam peraturan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.
30 Udara ambien – Bagian 4: Cara uji kadar timbal (Pb) dengan metoda destruksi cara basah menggunakan spektrofotometer serapan atom nyala 13.040.20


7132
31 Udara ambien – Bagian 3: Cara uji partikel tersuspensi total menggunakan peralatan High Volume Air Sampler (HVAS) dengan metode gravimetri 13.040.20


7131
32 Udara ambien – Bagian 2: Cara uji kadar nitrogen dioksida (NO2) dengan metode Griess-Saltzman menggunakan spektrofotometer 13.040.20


7131
33 Udara ambien – Bagian 8: Cara uji kadar oksidan dengan metode neutral buffer kalium iodida (NBKI) menggunakan spektrofotometer 13.040.20


7238
34 Udara ambien – Bagian 7: Cara uji kadar sulfur dioksida (SO2) dengan metoda pararosanilin menggunakan spektrofotometer 13.040.20


7237